Welcome to MSM Consulting

News

lampiran 11B coretax cara  mengisinya
ARTICLE 2026.03.16

Lampiran 11B Coretax: Fungsi dan Panduan Mengisi DER dan EBITDA

GET NOTIFIED
SHARE

Dengan hadirnya sistem Coretax bagi pelaporan SPT Tahunan PPh Badan, wajib pajak kini dihadapkan dengan lampiran baru dalam formulir pelaporan, termasuk Lampiran 11B. Lampiran ini penting karena digunakan untuk menghitung biaya pinjaman yang dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak, melalui mekanisme rasio utang-modal (DER) atau rasio biaya pinjaman terhadap EBITDA. Memahami fungsi dan cara mengisi Lampiran 11B menjadi krusial agar laporan pajak Anda benar, lengkap, dan sesuai ketentuan terbaru.


Apa itu Lampiran 11B?

Lampiran 11B adalah bagian dari SPT Tahunan PPh Badan di Coretax yang diperuntukkan bagi perusahaan atau badan usaha yang memiliki utang/pinjaman dan ingin membebankan biaya bunga atau biaya pinjaman atas pinjaman tersebut. 


Lampiran ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu perhitungan EBITDA, perbandingan utang dan modal (Debt to Equity Ratio atau DER), serta perhitungan biaya pinjaman yang dapat dibebankan untuk tujuan perhitungan pajak.


Fungsi Lampiran 11B

Lampiran 11B berfungsi untuk membantu otoritas pajak memverifikasi dan membatasi biaya pinjaman yang diakui sebagai pengurang dalam perhitungan PPh Badan. Dengan data DER atau EBITDA, DJP dapat memastikan bahwa pembayaran bunga/pinjaman perusahaan wajar dan sesuai struktur modal, sehingga mencegah praktik penggelembungan bunga untuk mengurangi pajak secara tidak wajar. 


Selain itu, lampiran ini juga membantu perusahaan menyusun pembukuan dan pelaporan pajak secara transparan sesuai regulasi terbaru.


Baca juga: PER-18/PJ/2025 tentang Pemeriksaan Pajak Terbaru: Tindak Lanjut Data Konkret


Cara Mengisi Lampiran 11B di Coretax

Untuk mengisi Lampiran 11B, wajib pajak perlu menyiapkan data keuangan seperti saldo utang tiap akhir bulan per pemberi pinjaman, saldo modal tiap akhir bulan, serta total biaya bunga/pinjaman selama tahun pajak berjalan. 


Kemudian, lewat Coretax:

  • Pada Bagian I, isi kolom perhitungan EBITDA. Sebagai informasi untuk tahun pajak 2025, kolom ini bisa diisi “0” karena ketentuan teknis rasio bunga terhadap EBITDA belum ditetapkan (informasi mungkin berubah, pantau aturan terbaru dari OJK)
  • Pada Bagian II, input data saldo utang dan modal untuk menghitung DER (rasio utang terhadap modal).
  • Jika ada bagian bunga/pinjaman yang tidak dapat dibebankan, masukkan ke Bagian III sebagai biaya yang ditolak. Dengan demikian, biaya pinjaman yang diakui untuk pemotongan pajak akan sesuai dengan rasio dan ketentuan yang berlaku, menjaga kepatuhan fiskal.

Bagi wajib pajak badan, pengisian Lampiran 11B di Coretax merupakan bagian penting dari pelaporan SPT Tahunan, terutama jika perusahaan memiliki struktur pembiayaan dengan utang.


Pemahaman yang benar dan pengisian yang akurat memastikan bahwa biaya pinjaman diakui dengan tepat dan sesuai regulasi, menghindarkan risiko koreksi atau penalti di masa depan. Bila Anda merasa perlu pendampingan agar pengisian Lampiran 11B berjalan mulus, layanan konsultasi pajak profesional dapat membantu mempersiapkan data, menghitung rasio, dan memastikan kepatuhan penuh sesuai ketentuan terbaru.


Hubungi MSM Consulting sekarang!

 

TALK TO US

Tell us what you need or visit us.

Direct to Google Maps